Postingan

Pancasila vs Neolibralisme

Di tengah hiruk-pikuk demokrasi elektoral, krisis moral publik, dan ketimpangan sosial-ekonomi yang semakin mencolok, bangsa Indonesia sedang menghadapi dilema ideologis yang tak lagi samar: antara tetap setia pada jati diri Pancasila atau menyerah pada arus neoliberalisme global yang menyusup diam-diam ke dalam berbagai sektor kehidupan nasional. Ideologi yang dahulu dibangun atas semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan ketuhanan kini mulai tampak goyah menghadapi godaan pasar bebas, individualisme, dan privatisasi yang dibungkus dalam jargon-jargon modernitas dan efisiensi. Jati diri bangsa sedang dibawah arus Neolibralisme, inikah puncak kita menjadi “manusia buih”?. Neoliberalisme bukan sekadar sistem ekonomi. Ia adalah cara pandang terhadap dunia yang menganggap bahwa pasar adalah aktor paling rasional, bahwa negara seharusnya menarik diri dari urusan publik, dan bahwa individu adalah pusat segalanya. Dalam paham ini, negara hanya berfungsi sebagai penjamin kelangsungan mekan...

Dari Makam Hingga Puncak ar-Rahmah

Gambar
Kemarin (2/11), seluruh santri dan guru SMA Islam Bani Hasyim berkunjung ke Mojokerto, Jombang, dan Blitar. Dalam kegiatan bertajuk Ziarah & Jelajah Peradaban tersebut, kami mengajak santri untuk merefleksikan perjuangan ulama dan para pendiri bangsa. Hal terpenting adalah agar mereka mampu memahami bahwa ada kehidupan setelah kehidupan di dunia. Di Mojokerto, kami mengunjungi dua destinasi: Makam Syaikh Jumadil Kubro dan Museum Trowulan. Di museum, kami belajar tentang banyak hal, terutama seputar Kerajaan Majapahit, kerajaan terbesar dan tertua di Indonesia. Setelah belajar selama kurang lebih satu jam, rombongan melanjutkan perjalanan ke Jombang. Di Jombang, ada dua tujuan utama: makam KH. Wahab Chasbullah, inisiator, pendiri, sekaligus penggerak Nahdlatul Ulama. Santri tidak hanya perlu tetapi wajib belajar dan memahami sejarah serta perjuangan kiai ini. Selain itu, Kiai ahli Fiqh ini juga menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh dalam kemerdekaan Indonesia. Destinasi kedua a...

Si (Desa) Budak Kota, Begitu & Akan Selalu Begitu

Gambar
Tidak bisa dipungkiri lagi, jika membangun negara atas prinsip pertumbuhan berbasis politik ekonomi, akan banyak menghasilkan korban. Terutama korban akibat kesenjangan. Namun sayangnya, otak politisi kita dipenuhi oleh materi yang selalu melihat kemajuan berdasarkan logika pertumbuhan. Sehingga tak jarang rakyat dikorbankan. Banyak contoh disekitar kita, Wadas misalnya, menjadi bukti keagungan pertumbuhan ekonomi, rakyat hanya selalu jadi korban. Begitu dan ajan terus begitu. Dilain sisi, jika bicara kesejahteraan, barangkali sudah menjadi rahasia publik, bahwa kesenjangan hadir dominan dibandingkan kesejahteraan. Desa dan kota menjadi cermin baik bagi kita. Ismail Hadad dalam tulisannya di Prisma mengungkapkan bahwa, kesenjangan pembangunan kota dan desa (baik fisik maupun SDM) dikarenakan prioritas diletakkan pada bidang pembangunan pertanian saja, dus berarti untuk daerah pedesaan, namun kenyataan konsentrasi pembangunan fisik dan arus modal terutama kongsi dengan modal masing, leb...

Parasyte Quarantine Film Monohok Elegi Bumi

Gambar
Hari ini saya baru saja menyelesaikan film menarik berjudul "Parasyte Quarantine". Film Jepang yang dirilis tahun 2008 silam tersebut telah ditonton oleh jutaan manusia dari berbagai negara. Film yang berdurasi 1 jam 49 menit itu disadur dari sebuah serial manga yang berjudul sama. FYI, bukan Parasyte yang aktor utamanya satu keluarga itu, ini beda ya, Kawan.  Film tersebut menceritakan tentang bumi yang ingin dikuasai oleh para parasit. Bumi yang semakin hancur membuat pertumbuhan mereka semakin ganas. Suatu malam, parasit itu tiba-tiba mucul dari perairan, lalu menyusuri kota untuk mencari inang terbaiknya, yakni manusia. Parasit berorientasi merusak otak manusia. Mereka menjangkiti inangnya dan melalui telinga dan hidung. Namun, dari sekian parasit yang menjangkiti manusia dan jahat,  ada satu parasit yang menjadi baik dan bersahabat dengan inangnya. Nama dia Migi. Parasit yang awalnya gagal masuk ke otak karena calon inangnya sedang menggunakan earphone itu, akhirnya masu...

Danau Toba Dalam Jeratan Keserakahan

Gambar
  Saat pertamakali sampai di Medan dan bertemu beberapa orang, banyak dari mereka bilang, tidak bisa dikatakan atau tak sempurna kunjungan ke Medan atau Sumatera Utara kalau belum ke Danau Toba. Danau Toba merupakan salah icon provinsi Sumatera Utara. Danau Toba hadir akibat letusan Gunung Supervulkan. Selain sejarah alamiah dari danau tersebut, terdapat juga cerita rakyat yang tersebar ditengah masyarakat. Jika mengambil satu kesimpulan dari cerita tersebut, menggambarkan bahwa manusia kerap kali tidak biaa memegang apa yang sudah diomongkan. Hari ini (14/11) saya berkesempatan mengobati rasa penasaran akan keindahan danau Toba yang diceritakan kawan-kawan. Iya disisi lain saya juga ingin menyempurnakan kunjungan ke Sumatera. Hhe Sekitar pukul 9 pagi kami berangkat dari Percut menuju Dana Toba. Perjalanan yang ditempuh sekitar 4-5 jam. Mulai dari jalan sempit, tol hingga jalan gunung yang berkelok-kelok. Kayak janji pemerintah saja, yang bilang tak ambil untung dari PCR ee ter...

Paradigma Sosial

Gambar
 يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ارْكَعُوْا وَا سْجُدُوْا وَ اعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَا فْعَلُوْا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ  "Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung." (QS. Al-Hajj 22: Ayat 77) Untuk memaknai secara mendalam ayat ini, saya ingin mengutip salah satu maqolah Guruda kami, "Berkumpullah dengan orang yang masih bisa bermimpi memperbaiki bahkan melawan arus. Jika perlu, berkumpullah dengan mereka yang mau mewujudkan mimpi menjadi aksi. Jangan jadi yang ikut aliran yang asal mengalir saja. Tapi jadilah aliran yang menggerakkan orang lain menuju keberhasilan." (Dr. Ari Kamayanti)  Dalam memahami realitas sosial dewasa ini, sebagai orang Indonesia, kita tidak dapat memahami paradigma barat dengan membabi buta. Apalagi realitas yang tidak karuan. Kadang kiri bisa jadi kanan, bawah bisa jadi atas, bahkan yang haram bisa jadi halal pun sebaliknya. Sebagai Orang Nusantara yan...

Medan Keras(?)

Gambar
Sebelum berangkat ke Medan beberapa hari lalu, saya banyak mendengar cerita  orang Medan yang keras dan "kasar". Sampai di kapal, saat jumpa dengan orang Medan asli tapi sudah lama merantau di luar Medan, kami diingatkan kalau orang Medan keras, orang medan kasar, bar-bar dan lain sebagainya. Sebagai orang yang sering berkunjung ke beberapa daerah di Indonesia, saya juga penasaran apa iyaa Medan semenakutkan dalam cerita orang-orang tersebut? Apalagi pikir saya, saya sebagai orang yang berasal dari timur Indonesia, tidak jarang menjumpai watak manusia yang keras. So, rasa penasaran terhadap cerita-cerita tersebut semakin bertambah. Senin 1 November 2021 kapal kami berlabu di Pelabuhan Belawan Medan. Saat di kapal kami juga sudah diingatkan "nanti kalau kapal sudah sampai pelabuhan, jangan keluar ke jalan raya sampai ada temen yang jemput, kalau keluar bisa hilang kalian" kata salah satu bapak yang tempat tidurnya tidak jauh dari kami. Namun, saat sampai di Pelabuhan...